Apa yang dimaksud dengan Anguler

Anguler atau sudut adalah konsep matematika, yang secara khusus termasuk dalam salah satu disiplin ilmunya, geometri. Anguler adalah penyatuan dua garis yang asalnya dibagi. Dengan cara ini, sebuah sudut dibentuk oleh dua sisi yang membentuknya dan oleh titik asal atau titik sudutnya, yaitu titik penyatuan. Huruf kapital biasanya digunakan untuk namanya. Jadi, sudut AOB adalah sudut yang dibentuk oleh titik A dan titik B, dengan O adalah titik asal A dan B.

Tentu saja, tidak semua sudut sama atau berukuran sama. Dimungkinkan untuk mengukurnya dalam radian atau dalam derajat. Untuk mengukurnya dalam derajat perlu menggunakan busur derajat (alat berbentuk setengah lingkaran yang lulus dari 180 derajat). Semua pengukuran yang dilakukan dengan instrumen ini sesuai dengan sistem sexagesimal. Untuk mengukur sudut, pusat busur derajat harus dibuat bertepatan dengan titik sudut, sedemikian rupa sehingga salah satu garis sudut melewati titik 0 busur derajat, besaran yang ditunjukkan olehnya adalah ukuran sudut yang tepat. Jika sudutnya kurang dari 90 derajat, itu disebut lancip. Jika besarnya 90 derajat disebut garis lurus dan jika lebih besar dari 90 tetapi kurang dari 180 disebut sudut tumpul. Klasifikasi lain adalah yang membedakan sudut cekung (antara 0 dan 180 derajat) dan cembung (dari 180 hingga 360 derajat).

Dengan cara ini, kita sudah mengetahui apa itu sudut, elemen-elemennya, cara menghitungnya, dan berbagai jenis yang ada.

Anguler atau sudut adalah ukuran, besaran, jadi mengetahui bagaimana mereka dihitung memiliki dimensi praktis yang jelas. Seorang surveyor atau arsitek dapat menghitung tinggi suatu bangunan dari alas dan sudutnya.

Dalam navigasi perlu untuk menghitung arah kapal, untuk itu perlu mengukur sudut antara dua objek menggunakan sextant. Disiplin yang diperlukan untuk menangani konsep sudut sangat beragam: optik, arsitektur, geografi atau astronomi.

Anguler diukur secara akurat dengan menunjukkan derajat, tetapi juga menit dan detik. Oleh karena itu, sudut digunakan untuk mengukur garis lintang dan garis bujur dari posisi tertentu di Bumi (garis lintang mengambil referensi garis Khatulistiwa dan garis bujur Meridian Greenwich). Parameter geografis ini memiliki korelasi setara dalam astronomi untuk menentukan lokasi benda di luar angkasa.

Konsep anguler juga diterapkan untuk menghitung zona waktu planet, masing-masing memiliki sudut 15 derajat.

Menarik lainnya

© 2022 Pengertian Apa-itu.net