Apa yang dimaksud dengan Pantun? Macam dan contoh

Pantun (Minangkabau patuntun, “penuntun”) adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di wilayah Nusantara dan Asia Tenggara. Puisi terpendek terdiri dari dua baris yang memiliki ikatan ritmis dan memiliki pengucapan yang sama di akhir. Baris-baris ini juga dapat dikelompokkan menjadi empat, enam, atau delapan baris. Jarang ada puisi yang melebihi delapan baris dan umumnya terdiri dari empat baris.

Pantun dibagi menjadi dua bagian yang sama, yaitu, bagian dari sampiran dan diikuti oleh isi pantun. Bagian sampiran dari pantun empat baris terdiri dari dua kalimat sampiran dan dua kalimat isi, dan untuk puisi delapan baris itu adalah empat kalimat sampiran dan empat kalimat isi dan seterusnya.

Macam-macam Pantun

Pantun dapat dibagi menjadi beberapa jenis tergantung pada kontennya. Pantun juga dapat digunakan untuk “membeli dan menjual”, di mana kedua belah pihak menggunakan pantun untuk menjual puisi sambil menjawab (“membeli”) oleh yang lain.

Pantun Adat

Pantun adat adalah pantun yang berisi tentang hal-hal berbau adat dan budaya.

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang berisi nasihat kehidupan berdasarkan pemahaman agama.

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Pantun Budi

Pantun jenis ini memberikan nasihat agar pendengarnya selalu berlaku baik dalam kehidupan.

Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh Siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Dengan pantun jenaka, diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.

Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata di rongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada di rongga susu

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berhubungan dengan semangat kepahlawanan.

Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kami pun muda lagi perkasa

Pantun Percintaan

Pantun percintaan berisi ungkapan hati seseorang akan perasannya terhadap orang lain, yaitu orang yang sedang ada dalam hatinya. Sering pula pantun ini berisi candaan terhadap orang yang dimabuk cinta.

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Pantun Peribahasa

Pantun peribahasa menggunakan berbagai pepatah, idiom, maupun peribahasa dalam penyampaian maksudnya. Oleh karena itu, kata-kata yang disampaikan tidak dapat diartikan secara harfiah.

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Pantun Perpisahan

Pantun jenis ini mengungkapkan rasa kehilangan si penutur pantun akibat ditinggalkan orang yang disayanginya. Bisa juga pantunnya berisi tentang harapan agar si penutur dan si pendengar bisa bertemu kembali.

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Biar jauh di negeri satu
Hilang di mata di hati jangan

Pantun Teka-teki

Pantun teka-teki, sesuai namanya, memberikam teka-teki bagi si pendengar untuk diselesaikan. Petunjuk yang diberikan dalam pantun teka-teki seringkali terkesan tidak harfiah.

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya?

Peran pantun

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar. Pantun juga melatih orang berpikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial, pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda masa kini, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.

Secara umum, peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan. Kedekatan nilai sosial dan pantun bahkan bermula dari filosofi pantun itu sendiri. ”Adat berpantun, pantang melantun” adalah filosofi yang melekat pada pantun. Peribahasa tersebut mengisyaratkan bahwa pantun lekat dengan nilai-nilai sosial dan bukan semata imajinasi. Effensi (2005) mencatat semangat ”hakikat pantun menjadi penuntun” pada pantun. Penjelasan tersebut meneguhkan fungsi pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai masyarakat.

Ciri-ciri Pantun

Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.
1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris
Jika prosa mengenal ada paragraf untuk tiap rangkaian kalimat yang berada dalam satu gagasan utama, jenis puisi lebih akrab menyebutnya sebagai bait. Tiap bait biasanya berisi untaian kata-kata yang berada dalam satu gagasan dan umumnya mempunyai ciri khas tersendiri bergantung jenis puisinya.
Khusus untuk pantun, puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.
2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.
3. Memiliki Sampiran dan Isi
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.
4. Berima a-b-a-b
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.
Struktur Teks Pantun
Setiap pantun tersusun oleh dua elemen penting sehingga membentuknya secara utuh. Adapun struktur teks pantun adalah sebagai berikut:
• Sampiran; bagian sampiran terletak pada baris pertama dan kedua. Bagian sampiran ini biasanya tidak berhubungan dengan bagian isi pantun.
• Isi; bagian isi pantun terletak pada baris ketiga dan keempat. Bagian isi pantun merupakan tujuan dari pantun itu sendiri.

Jenis Pantun

Menurut Effendi (1983:29), pantun dapat dibagi menurut jenis dan isinya yaitu:
1. pantun anak-anak,
berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi:
a. pantun bersukacita
b. pantun berdukacita
c. pantun jenaka atau pantun teka-teki
2. pantun orang muda,
berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi:
a. pantun dagang atau pantun nasib
b. pantun perkenalan
c. pantun berkasih-kasihan
d. pantun perceraian
3. pantun orang tua,
berdasarkan isinya data dibedakan menjadi:
a. Pantun nasihat
b. pantun adat
c. pantun agama

Klasifikasi dan Ciri Pantun

Ada beberapa jenis-jenis pantun yang diantaranya yaitu:
Berdasarkan Siklus Kehidupan Atau Usia
• Pantun anak-anak yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan suatu kehidupan masa anak-anak. Pada pantun anak-anak dapat bermakna sebuah suka cita ataupun duka cita.
• Pantun Orang Muda yaitu salah satu jenis pantun yang masih berhubungan dengan sebuah kehidupan masa muda. Pantun orang muda memiliki makna tentang sebuah perkenalan, asmara, perasaan dan sebagainya.
• Pantun Orang Tua yaitu salah satu jenis pantun yang berhubungan dengan sebuah keadaan pada masa tua, yang biasanya pantun ini akan membahas mengenai sebuah kebudayaan, agama, nasihat dan sebagainya.
Berdasarkan Isinya
• Pantun Jenaka yaitu jenis pantun ini yang berisikan tentang suatu hal yang lucu serta menarik.
• Pantun Nasihat yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan mengenai suatu nasihat, pantun ini memiliki tujuan untuk mendidik dengan memberikan berbagai sebuah nasihat mengenai moral, budi perkerti dan sebagainya.
• Pantun Teki-Teki yaitu salah satu jenis pantun yang berisikan tentang sebuah teka-teki dan bisanya pendengar diberi kesempatan untuk menjawab dari sebuah teka-teki pantun tersebut.
• Pantun Kiasan yaitu jenis pantun ini yang berisikan mengenai sebuah kiasan yang biasanya memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu hal yang secara tersirat.

Menarik lainnya

© 2022 Pengertian Apa-itu.net