Apa yang dimaksud dengan nasionalisme

Istilah nasionalisme memiliki tiga arti yang berbeda. Di satu sisi, nasionalisme didefinisikan sebagai kasih sayang dan rasa memiliki (patriotisme) yang dirasakan warga dari suatu bangsa tertentu terhadapnya. Mari kita lihat beberapa contoh: “Di banyak negara, nasionalisme hanya muncul setelah beberapa keberhasilan olahraga”, “Perang adalah tragedi yang membangkitkan nasionalisme penduduk yang terbengkalai”.

Nasionalisme, di sisi lain, adalah ideologi atau doktrin politik yang mengaitkan karakter atau nilai yang berbeda dan unik ke wilayah tertentu serta warga yang tinggal di dalamnya. Kecenderungan untuk memaksakan dominasi bangsa ini biasanya berkembang sebagai bentuk oposisi terhadap daerah lain: “Nasionalisme Basque yang paling ekstrim sekali lagi menyebabkan kepanikan di masyarakat Spanyol”, “Saya bercita-cita untuk pindah ke negara demokrasi, di mana mereka mendengarkan semua nasionalisme”.

Aspirasi rakyat untuk mencapai tingkat kemandirian tertentu dengan memperhatikan kondisi eksternal juga didefinisikan sebagai nasionalisme: “Saya menginginkan program politik yang membela nasionalisme dan mempertahankan kepemilikan negara atas perusahaan-perusahaan kita yang paling penting”.

Perlu juga disebutkan bahwa banyak gerakan politik dapat didukung oleh nasionalisme. Rezim fasis Benito Mussolini dan Nazisme Adolf Hitler menyatakan diri mereka nasionalis dan, di bawah lambang itu, menyerang negara-negara lain. Kasus-kasus sejarah ini juga menunjukkan bahwa konsep nasionalisme berkembang sepanjang sejarah: Hitler mengaitkan gagasannya tentang Jerman dengan ras Arya, mengusir kelompok sosial lain dari negara tersebut yang lahir di wilayah Jerman. Dalam praktiknya, nasionalisme bagi Hitler, seorang Yahudi kelahiran Berlin bukanlah milik bangsa Jerman. Sebaliknya, bagi orang lain, nasionalisme erat kaitannya dengan tempat lahir.

Menarik lainnya

© 2022 Pengertian.Apa-itu.NET